Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
BAB II
Bentuk sel eukaryota bisa berupa gelendong, pipih, bulat, kuboid, columnar,
menyerupai jala (reticular), dan lain-lain. Mengamati bentuk nyata sel pada sediaan rutin
hematoxylin eosin adalah sulit. Ini disebabkan pewarnaan HE tidak mewarnai membran
plasma secara spesifik sehingga HE tidak memberikan gambaran batas sel. Di samping itu,
irisan setipis 5 μm sering terlalu tipis untuk beberapa sel yang ukurannya cukup besar.
Sebagai contoh, neuron (sel saraf) dapat memiliki juluran sitoplasma (cytoplasmic process)
berupa axon dengan ukuran yang sangat panjang untuk ditampilkan di preparat histologi.
__ __
__ __
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
Irisan jaringan juga hanya mampu memberikan gambaran dua dimensi. Untuk mengatasi
kekurangan ini, dipergunakan berbagai teknik pewarnaan khusus dan peralatan observasi
misalnya electron microscopy, bisa salah satunya berupa scanning atau transmission electron
microscopy.
Pada sediaan rutin, bentuk dan letak nukleus digunakan sebagai dasar untuk
mengamati bentuk sel, terutama pada jaringan epitel. Bentuk nukleus oval dan terletak pada
bagian bawah sel mencerminkan bentuk columnar. Bentuk nukleus yang pipih dan terletak di
tengah sel menunjukkan bentuk gepeng (squamous). Bentuk nukleus bulat dan terletak di
tengah sel menunjukkan bentuk kuboid.
Jaringan ikat dewasa (mature) dihuni banyak sel jaringan ikat yang memiliki nukleus
yang gepeng. Populasi sel seperti ini bisa berarti fibroblast, fibrosit, ataupun sel mesenkim.
Selanjutnya, pola kromatin akan membedakan fibroblast dan fibrosit. Sementara, sel
mesenkim dibedakan dengan berbagai uji imunohistokimia. Selain sel gepeng jaringan ikat,
terdapat sel darah putih yang beredar ke jaringan ikat. Sel darah putih di jaringan ikat dapat
dikenali dengan bentuk nukleus yang khas.
Pada jaringan otot, sel berbentuk serabut. Sel otot memiliki bentuk sel yang gepeng.
Ciri khas lainnya adalah didapatinya filamen aktin dan myosin. Filamen ini pada sel otot
rangka menunjukkan pola gurat melintang pada sel otot. Pada jaringan epitel yang melapisi
lumen saluran, dapat ditemukan sel myoepitel berbentuk gepeng yang juga memiliki
kemampuan kontraksi.
Pada neuron (sel saraf), bentuk neuron memiliki ciri sendiri yang khas untuk peran
rangsangan. Biasanya sel neuron memiliki perikaryon (cell body) dan juluran sitoplasma
(cytoplasmic process). Nukleus pada sel neuron berukuran cukup besar dan menunjukkan
keberadaan nukleolus (anak inti). Cytoplasmic processes berkembang menjadi axon dan
dendrit.
Beberapa sel memiliki variasi pada jumlah nukleus. Pada leukosit polimorfonuklear
dan megakaryosit, nukleus mengalami segmentasi menjadi dua hingga enam segmen. Banyak
sel lainnya memberikan gambaran lekukan pada nukleus. Pada sel-sel tertentu dapat
ditemukan lebih dari satu nukleus dalam sel: sel epitel transitional dengan dua nukleus dan
osteoclast dengan enam hingga 20 nukleus.
ONTOLOGI SEL EUKARYOTA
Sel dibentuk atas kompartemen yaitu nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma,
terdapat kompartemen-kompartemen lain yang juga dibentuk oleh membran plasma yang
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
juga disusun terutama oleh dwilapis fosfolipid. Kompartemen ini membentuk ruang di dalam
sel, organel, atau pun vesikel. Selain organel sel, terdapat sitoskeleton dan sitosol.
Membran Sel
Membran sel mempunyai struktur dasar sama yakni terdiri dari molekul lipid dan protein
yang berinteraksi dengan ikatan nonkovalen dan terorganisasi secara mosaik ¾ lipid sebagai
matriks dan protein terletak di dalam matriks lipid. Lipid membentuk lapis ganda setebal 4 –
5 nm yang berfungsi sebagai barier impermeabel tehadap ion dan molekul/partikel yang larut
dalam air. Protein yang tertanam pada matriks lipid berfungsi sebagai (a) alat transport ion
dan molekul-molekul tertentu dari dan keluar sel, (b) enzim yang mengkatalisis reaksi yang
berhubungan dengan fungsi dan aktivitas membran sel, (c) reseptor untuk menerima sinyal
(stimulus) dari lingkungan, dan (d) komponen struktural untuk menunjang dan memberi
bentuk sel.
Membran sel bersifat dinamis. Makna dinamis ialah molekul lipid dan protein dapat
berpindah-pindah meskipun dalam lingkup terbatas ¾ dikenal sebagai mekanisme flip-flop.
Membran sel adalah tidak simetri (asimetri) dengan pengertian bahwa komposisi lipid dan
protein permukaan luar dan dalam membran sel adalah tidak sama. Komposisi lipid dan
protein membran sel bervariasi tergantung jenis, fungsi, dan spesies. Membran sel eukaryota
mempunyai komponen karbohidrat yang terikat secara kovalen pada protein (glikoprotein)
atau lipid (glikolipid). Massa karbohidrat di permukaan sel disebut glikokaliks (glycocalyx).
Lipid Membran Plasma Sel
Lipid yang menyusun membran sel terdiri dari:
1. Fosfolipid
Fosfolipid membangun bagian terbesar membran sel. Ia merupakan molekul
amfifatik, memiliki bagian polar dan non polar, yang membentuk struktur lapis ganda ¾
bagian hidrofilik berada di permukaan berinteraksi dengan luar membran sel maupun
sitoplasma, sedangkan bagian hidrofobik membentuk matriks di bagian dalam. Struktur ini
seperti micelle.
Permukaan luar membran sel umumnya disusun oleh fosfolipid netral yakni
fosfatidilkholin, fosfatidil etanolamin, spingomielin, dan galaktoserebrosid. Permukaan
dalam disusun oleh fosfolipid asam yakni fosfatidil inositol, fosfatidil serin, kardiolipin, dan
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
fosfatidil gliserol. Bagian dalam membran sel lebih bermuatan negatif. Keadaan ini
sesuai/cocok untuk interaksi dengan protein-protein spesifik (protein ekstrinsik).
Fosfolipid membran sel mungkin disusun oleh asam lemak jenuh dan asam lemak
tidak jenuh. Asam lemak jenuh mempunyai konformasi lurus, lebih terorganisasi menjadi
padat dan kuat. Hal ini dapat kita temui pada sel epitel. Asam lemak tidak jenuh
menyebabkan membran sel tidak padat dan kuat karena mempunyai konformasi tidak lurus.
Hal ini dapat kita temui pada eritrosit.
2. Kolesterol
Kolesterol ialah molekul lebih kecil dari fosfolipid. Ia membuat membran sel menjadi
lebih rigid/tidak fleksibel. Membran lipid menjadi lebih rapat karena kolesterol mengisi
ruangan yang di bentuk oleh interaksi asam-asam lemak tidak jenuh. Karena bersifat
nonpolar maka kolesterol terletak di bagian yang hidrofobik. Keberadaan kolesterol pada
membran sel hanya terdapat pada membran sel binatang.
Protein Membran Plasma Sel
Protein yang menyusun membran sel terletak secara mosaik pada matriks lipid.
Berdasarkan letak/posisinya pada membran sel, protein dikelompokkan menjadi protein
ekstrinsik (protein perifer) dan protein intrinsik (protein integral). Protein ekstrinsik terletak
pada permukaan dalam/luar membran sel dan terikat pada membran lipid dengan ikatan
elektrostatik. Protein ekstrinsik mudah dilepas dari membran sel dengan cara memberikan
larutan berkonsentrasi garam tinggi (high ionic strength) atau dengan memberi chelating
agent (EDTA). Protein ekstrinsik terdiri dari asam-asam amino hidrofilik dan akan larut
dalam bufer yang netral. Salah satu contohnya adalah cytochrom C dan spectrin (pada
eritrosit).
Protein intrinsik (protein integral) tertanam sebagiannya dalam matriks lipid dan
sebagian lainnya lagi mencuat bebas diluar matriks. Bagian yang tertanam berinteraksi
dengan bagian hidrofobik lipid melalui ikatan hidrofobik dan terdiri dari asam-asam amino
hidrofobik. Bagian di luar matriks umumnya terdiri dari asam-asam amino hidrofilik. Untuk
mengisolasinya kita harus merusak ikatan hidrofobik membran sel dengan bahan deterjen
(triton, deoxycholat, nonidet) atau pelarut organik (xylene, acetone). Karena terdiri dari asam
amino hidrofobik, protein integral didalam bufer akan membentuk agregat. Contoh protein
intrinsik adalah membrane-bound enzyme dan histocompatibility antigen.
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
Karbohidrat Membran Plasma Sel
Karbohidrat yang terikat pada protein di permukaan luar membran sel membentuk
molekul glikoprotein. Ia bersifat hidrofilik sehingga karbohidrat dapat berinteraksi dengan air
dalam medium. Glikoprotein pada membran eritrosit disebut glikoforin ¾ menentukan
golongan (ABO group & MN group) eritrosit. Karbohidrat yang terikat pada lipid membran
membentuk satu unit glikolipid di permukaan sel. Glikolipid bersifat netral sehingga ia tidak
berinteraksi dengan partikel / molekul bermuatan. Contoh glikolipid adalah galaktoserebrosid
yang menyusun bagian terbesar myelin sheath.
Nukleus
Nukleus berisi DNA, mRNA, protein, kolesterol (misalnya hormon-hormon yang
bekerja di DNA response elements), dan materi lainnya (misal cAMP). Dengan pengamatan
mikroskopis, kita dapat melihat bahwa nukleus berwarna biru karena mengikat zat warna
hematoxylin. Dengan mengamati berbagai nukleus dari berbagai sel, kita dapat
membandingkan bahwa nukleus dari sel yang berbeda memiliki daya ikat yang berbeda
terhadap hematoxylin. Sebagian daerah nukleus memiliki warna biru, sebagian yang lain
tidak berwarna biru (biru pucat) (Gambar 6). Warna yang biru pada nukleus disebut dengan
tekstur heterochromatin sedangkan warna biru pucat atau putih disebut dengan tekstur
euchromatin.
Gambar 6. A. Neutrophil memiliki satu nukleus dengan 3 – 4 segmen. Pola heterokromatin
mendominasi nukleus. Nukleolus tidak dapat diamati. B. Neuron dari sistem saraf motorik motorik.
Nukleus memiliki pola eukromatin yang relatif banyak dibandingkan dengan dua sel sebelumnya.
Sitoplasma sel mengandung ergastoplasma dan pola basofilik yang dinamai Nissls granules.
__ __
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
Komponen struktural dari nukleus adalah membran nukleus, lamina nukleus,
nukleoplasma, dan kromosom dengan kromatin, dan nukleolus. Kromatin dengan granul
halus disebut eukromatin, tetapi kromatin dengan granul padat dan sering terletak dekat
membran nukleus adalah heterokromatin. Heterokromatin terwarnai lebih gelap pada preparat
mikroskop cahaya.
Kotak 1
Perbandingan Volume Nukleus dan Sitoplasma
Besar nukleus pada jenis sel yang sama akan sama pula. Pada jenis sel yang sama dan kondisi
normal, rasio nukleus dan sitoplasma (rasio N/S) akan lebih kurang sama. Pembesaran rasio
N/S, berarti bertambah besarnya nukleus, akan menimbulkan sangkaan kepada abnormalitas.
Baik nukleus maupun sitoplasma dapat meningkat volumenya. Pada keadaan hipertrofi maka
volume sitoplasma akan meningkat. Pada keadaan hiperplasia makan ukuran nukleus dan
sitoplasma adalah tetap namun jumlah sel bertambah.
Gambar 7. Gambar A adalah hasil uji diagnostik papanicolau apusan leher rahim. Gambar B ialah sel
dari apusan leher rahim dengan rasion N/S yang membesar. Perhatikan rasio N/S pada sel normal.
Pembesaran gambar A lebih kecil daripada pembesaran gambar B.
Sitoplasma
Pada banyak jaringan dan sel dengan pewarnaan HE, sitoplasma hampir selalu
bersifat eosinofilik. Pengecualian terjadi pada sel dengan kemampuan produksi protein yang
cukup tinggi seperti neuron (sel saraf) motorik, sel penghasil hormon, dan sel eksokrin
pankreas. Sel-sel seperti ini menghasilkan dan mengeluarkan sejumlah besar protein sehingga
sitoplasmanya dinamai ergastoplasma (Yunani: ergasticos = industri, sitoplasma yang
__ __
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
bekerja). Karena kandungan ribosom mereka, komponen sel ini memiliki daya ikat yang kuat
terhadap zat warna basa (misalnya, hematoxylin). Pengamatan mikroskop elektron
menunjukkan sistem rough endoplasmic reticulum, ribosom bebas, dan polysomes sebagai
material yang menyusun ergastoplama basofilik yang tampak pada mikroskop cahaya.
Ribosom
Ribosom adalah organel sel-yang paling paling kecil. Dengan diameter sekitar 25 nm,
ribosom terlihat sebagai partikel ribonukleoprotein pada sediaan TEM. Ribosom merupakan
organel di mana terjadi transkripsi mRNA dan selanjutnya pembentukan polipeptida. Ribosom
terlibat pada biosintesis protein, termasuk sekretori, lisosom, dan protein-terikat membran.
Ribosom bebas terdapat dalam jumlah besar dalam matriks sitoplasma, sebagai ribosom
tunggal atau kelompok kecil ribosom (polisom).
Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma ialah suatu sistem berkesinambungan dari membran sel
dengan ketebalan sekitar 6 nm. Bergantung pada aktivitas dan spesialisasi sel, membran
terbentuk dalam berbagai bentuk, seperti tumpukan (stack) atau tubule (saluran). Membran
ganda mungkin halus atau memiliki granul yang melekat pada permukaan luar mebran.
Granul-granul ini adalah ribosom. Dengan demikian, terdapat dua jenis retikulum
endoplasma: yang tidak bergranul (halus, smooth endoplasmic reticulum (sER)) dan yang
bergranul (kasar, rough endoplasmic reticulum (rER)).
Tumpukan-tumpuka lamellae multiplanar berpasangan adalah satu ciri khas dari
retikulum endoplasma. Membran berongga sempit dan menyebar ke seluruh bagian sel. Jika
suatu sel memiliki fungsi penyimpanan, membran-membran ini menjauh dari satu sama
lainnya dan kemudian membentuk sisterna, dengan lumen yang lebarnya beberapa ratus
nanometer. Sisterna endoplasmic reticulum menghubungkan sisterna perinuklear dan ruang
ekstraselular.
Sistem rumit dari membran rER ditemukan terutama pada sel-sel yang menghasilkan
protein. Protein,yang dihasilkan pada membran rER, sebagian besar dikeluarkan dari sel
dengan sekresi (termasuk hormon dan enzim pencernaan) atau menjadi bagian dari vesikel
intraselular (protein membran).
Retikulum endoplasma granular hadir tidak hanya dalam bentuk tumpukan membran
tersusun paralel yang rapat. Sebaliknya, bergantung pada fungsi khusus dari suatu sel, rER
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
ditemukan dalam berbagai bentuk dan dimensi. Peralihan antara retikulum endoplasma
granular and agranular bisa jadi berkesinambungan.
Pada beberapa tempat, khususnya pada bagian ujung, sisterna menggelembung
menjadi bentuk menyerupai vakuola, balon, atau flask dengan ukuran besar yang bervariasi
bergantung pada fungsi sel dan morfologi. Isi rER — terdiri dari protein-protein, yang
semuanya telah dihasilkan oleh ribosom yang melekat pada membran — sering dikeluarkan
selama proses pembuatan preparat, akibatnya sisterna rER tampak kosong pada mikroskopi
cahaya.
Perbedaan morfologi antara retikulum endoplasma halus atau agranular dengan
retikulum endoplasma granular adalah ketiadaan ribosom. ER kasar berproliferasi menjadi
ER halus, dimana sintesis lipid dan molekul steroid terjadi, kolesterol salah satunya. Lagi
pula, sER memetabolisme banyak bahan xenobiotika, seperti obat-obatan, pestisida,
karsinogen, dan lain-lain. Dengan demikian, sER adalah sistem detoksifikasi intraselular
yang sangat penting.
Retikulum endoplasma agranular berbentuk suatu jalinan rapat dari jaringan tubulus
bercabang dengan diameter beragam (30–100nm). Sisterna biasanya tidak ada. Pada
hepatosit, kedua jenis retikulum endoplasma sering bertemu. Ada ekspansi retikulum
endoplasma agranular pada sel-sel penghasil hormon steroid, khususnya pada sel-sel korteks
adrenal, corpus luteum, dan sel-sel interstitial testes. Retikulum endoplasma agranular disebut
sebagai sarcoplasmic reticulum pada sel/serabut otot rangka, yang berfungsi menyimpan
kalsium. Bergantung pada jenis sel, morfologi sER bisa jadi sangat bervariasi.
Pada beberapa sel, kedua bentuk retikulum endoplasma hadir bersama-sama, yang
secara nyata berlanjut dengan saluran melingkar dari sER. Enzim-enzim untuk metabolisme
glikogen dan lipid berada dalam sistem membran sER. Beragam lipoid, contohnya, dihasilkan
di sER sel penghasil steroid, yang menghasilkan hormon steroid dari kolesterol.
Golgi Apparatus
Golgi apparatus tidak terwarnai pada preparat histologi rutin. Golgi apparatus terdapat
di mana-mana dalam sel. Golgi apparatus terdiri dari membran dengan ketebalan sekitar 6–
8nm. Unit dasar Golgi apparatus adalah dictyosome atau Golgi field. Golgi apparatus terdiri
atas tumpukan 3-8 membran-membran berbentuk arkuata (menyerupai busur) dalam jarak
dekat satu sama lainnya. Membran mengelilingi sisterna sempit yang panjang, yang sedikit
melebar pada ujung-ujungnya. Sisterna Golgi selalu didampingi vesikel Golgi vesicles, yang
mengantar dan mengekspor material (vesikel transpor). Golgi apparatus memiliki dua muka,
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
sebuah muka yang convex (cis-), atau forming face dan sebuah muka concave (trans), atau
secretory face.
Mitokondria
Mitokondria berfungsi sebagai penyedia energi bagi sel ialah komponen sel
berserabut seperti batang, dan bergranul. Struktur dasar mengikuti dasar-dasar bentuk yang
sama pada semua mitokondria. Sebuah membran luar memisahkan mitokondrion dari
sitoplasma. Di dalam membran luar ini terdapat membran dalam. Membran dalam
membentuk lipatan-lipatan seperti sekat (mitokondria krista), yang memanjang dengan
berbagai panjang ke seluruh organel (mitokondria jenis krista). Membran dalam dan luar
memisahkan dua kompartemen sel. Di antara membran dalam dan luar, terdapat
kompartemen luar (kompartemen metabolik luar, rongga intermembran). Membran dalam
dan krista membentuk batas mengelilingi kompartemen dalam (rongga metabolik dalam).
Rongga ini mengandung matriks homogen atau granular dengan beragam kepadatan. Bentuk
dan ukuran mitokondria bisa sangat berbeda, dari yang kecil hingga yang ukuran besar.
Jumlah mitokondria dalam satu sel juga bervariasi.
Selain dari mitokondria jenis krista, ada juga mitokondria dengan membrane dalam,
yang menonjol ke dalam mitokondria seperti jari tangan atau saku. Mereka adalah
mitokondria jenis tubular atau saccular. Tonjolan ini juga dapat menyerupai batang atau
memiliki tepi-tepi, seperti yang mereka lakukan dalam mitokondria jenis prismatik.
Mitokondria jenis tubular dan saccular terjadi pada sel-sel yang memproduksi hormon
steroid.
Sitoskeleton dan Motility Apparatus
Sitoskeleton merupakan sistem filamen yang terdapat dalam sel sehingga sel
mempunyai bentuk, mampu berubah bentuk, dapat bergerak, dan bisa mengatur komponen
internalnya untuk tumbuh, membelah, dan menanggapi lingkungan yang berubah. Dengan
adanya sitoskeleton sel dapat mendorong kromosom ke bagian tertentu saat mitosis atau
melakukan kontraksi otot.
Filamen pada sitoskeleton dikelompokkan atas
1. Filamen aktin (mikrofilamen)
Filamen aktin berfungsi menentukan bentuk permukaan sel.
2. Mikrotubul
Mikrotubul berfungsi menentukan posisi organel-organel sel yang diselubungi membran
dan untuk transport intraseluler
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
3. Filamen intermediat
Filamen intermediat berfungsi dalam menentukan kekuatan mekanis dari sel
Setiap jenis filamen terbentuk dari protein subunit yang kecil. Mikrofilamen terdiri
dari subunit actin. Miktotubul terdiri dari subunit tubulin. Ketiga jenis filamen merupakan
struktur filamen yang besar/panjang (berbentuk polimer) yang terbentuk melalui proses polimerisasi
(assembly) subunit-subunit pembentuknya melalui ikatan kovalen. Kedua ujung dari mikrofilamen
dan mikrotubul berpolimerisasi dengan kecepatan yang berbeda: ujung plus (plus end)
berpolimerisasi dengan cepat sementara ujung minus (minus end) berpolimerisasi dengan
lambat. Sel dapat mengalami reorganisasi strukturnya dengan cepat melalui proses depolimerisasi
(disassembly) filamen-filamennya.
Di dalam sel terdapat ratusan jenis protein yang berasosiasi dengan sitoskeleton, disebut
cytoskeleton assosiated protein. Fungsinya adalah mengatur distribusi dan tingkah laku dinamis dari
filamen. Contoh cytoskeleton assosiated protein ialah motor protein. Protein motor (molecular
motor, cytoskeleton-associate protein) mengikat filamen yang terpolarisasi dengan
menggunakan energi hasil hidrolisis ATP untuk pergerakan sel. Protein motor sitoskeleton
menyebabkan filamen sitoskeleton mengalami sliding (bergesekan/bergerak) bersama-sama,
menimbulkan kontraksi otot, pergerakan/pergetaran cilia atau flagela, atau pembelahan sel.
Ada 3 kelompok cytoskeletal motor protein:
1. Miosin, berfungsi menggerakkan filamen aktin (mikrofilamen) pada sel otot utk kontraksi
otot
2. Kinesin, protein motor yg bergerak sepanjang mikrotubul, berperan dalam separasi
kromosom pada pembelahan sel (mitosis). Strukturnya mirip dengan miosin II dan
mempunyai binding site pada ekornya ke organel-organel sel yang dilingkupi oleh
membran atau ke mikrotubul yang lain.
3. Dinein, protein motor pada mikrotubul bagian minus end, yang berperan dalam vesicle
trafficking, termasuk penempatan badan Golgi di tengah sel, juga dalam pergerakan
silia/flagela. Dinein adalah protein motor terbanyak dan tercepat, dapat mengerakkan
mikrotubul 14 μm/detik (kinesin: 2 – 3 μm/detik.
Flagela dan silia dibentuk dari mikrotubul dan dinein yang membentuk struktur
aksonem. Aksonem terdiri dari 9 doublet mikrotubul, disekeliling, 1 pasang mikrotubul, di
pusat/sentral, dan dinein, ada 2 macam, di bagian luar dan bagian dalam, dan protein-protein
lain seperti neksin.
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
Gambar 9. Neurofibril pada axon (panah putih). Pewarnaan phosphotungstic acid hematoxylin.
ORGANISASI SEL DAN PERAN FISIOLOGIS SEL
Jika dibandingkan satu sel eukaryota dengan sel eukaryota lainnya maka tiap-tiap sel
bisa jadi memiliki perkembangan yang lebih pada satu atau beberapa organel sel. Dari
perkembangan organel itu dan mendasarkan pada fungsi organel, kita dapat memperkirakan
peran fisiologis umum sel tersebut. Untuk mengetahui fungsi sel atau organ, kita perlu
membandingkan bentuk satu sel-dengan sel lainnya atau membandingkan variasi dalam
struktur dan organel yang dimiliki oleh suatu sel.
_
LATIHAN
Suatu organ memiliki sel-sel dengan banyak kapiler di dalamnya. Sel-sel terletak
bersebelahan dengan kapiler dan memiliki vakuola-vakuola yang berdekatan dengan kapiler
tersebut. Apakah fungsi dari organ tersebut?
Untuk Kalangan sendiri. Pertanyaan atau saran dapat dikirim ke histo_fkusu@yahoo.com
_
RINGKASAN
PENUTUP
Tes formatif
1. Sebutkan ciri sel yang memiliki kemampuan absorpsi.
2. Sebutkan ciri sel yang memiliki kemampuan pergerakan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Alberts B et al. 2008. Molecular Biology of the Cell 5th Ed. New York. Garland Science.
2. Kuehnel W. 2003. Color atlas of cytology, histology, and microscopic anatomy 4th ed.
New York. Thieme.
SENARAI
Organel sel
Spindel
Sitoskeleton
kenapa gak ada?
BalasHapus